Fakta Gunung Everest! Banyak Jasad Dibiarkan!

Gunung Everest

Gunung Everest merupakan gunung tertinggi di dunia (jika diukur dari permukaan laut). Rabung puncaknya menandakan perbatasan antara Nepal dan Tibet; puncaknya berada di Tibet. Di Nepal, gunung ini disebut Sagarmatha. Sebagai gunung tertinggi di dunia, Gunung Everest pasti menjadi gunung impian bagi banyak pendaki.

Mendaki gunung tertinggi di dunia tentu membutuhkan segala persiapan yang matang. Banyak pendaki yang tewas saat berusaha mencapai puncak. Ada beberapa penyebab pendaki tewas, yakni medan yang licin dan sulit. Faktor kelelahan serta tidak kuat menghadapi suhu yang supir dingin atau hipotermia.

Puncak Everest mencapai ketinggian 8.848 mdpl. Sedangkan di ketinggian 8000 saja dinamakan zona kematian. para pendaki sendiri harus membawa 2 tabung yang digunakan untuk membantu mereka bernafas. Tak hanya itu, pakaian berlapis yang digunakan oleh para pendaki sangat berat, sehingga menolong orang lain adalah hal yang sangat mustahil, kecuali jika memang punya planning untuk mati bersama di Everest.

Selain oksigen yang tipis, pendaki juga harus mempersiapkan diri untuk mengatasi ancaman yang bisa menghambat perjalanan mereka. Seperti altitude sickness atau penyakit ketinggian, cuaca yang buruk, angin, longsor salju dan Khumbu Icefall.

Lebih dari 300 orang tewas di gunung setinggi 8.848 meter (29.029 kaki) itu sejak ekspedisi untuk mencapai puncak dimulai pada 1920-an. Tidak diketahui berapa banyak mayat yang masih tersembunyi di es, salju, dan celah dalam. Tubuh George Mallory, pendaki Inggris yang hilang selama upaya 1924 di puncak, hanya ditemukan pada tahun 1999. Mayat kawannya yang ikut mendaki, Andrew Irvine, tidak pernah ditemukan.

Para korban tewas ini jasadnya ditinggalkan begitu saja di sekitar Gunung Everest. Ternyata hal ini sudah biasa dilakukan dalam pendakian gunung ini. Jasad para korban hampir tidak mungkin untuk dievakuasi karena kondisi cuaca yang ekstrem.

Banyak informasi menyebutkan mahalnya biaya pengambilan jenazah hampir sama dengan biaya pendakian puncak Everest sekitar Rp 1 miliar. Sehingga, para keluarga korban rela membiarkan jasad orang yang disayangi membeku di Gunung Everest.

Berdasarkan data Himalayan Database, hingga akhir musim pendakian 2018 sudah ada 295 orang yang meninggal saat mendaki Everest. Kebanyakan dari pendaki yang meninggal tersebut mayatnya tertinggal di sana dan terkubur di bawah es. Ketika lapisan es di Everest mencair, baru kemudian jasad-jasad tersebut bisa dilihat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *