Kota Fukushima? Kota Mati yang Ditinggal Penduduknya!

Prefektur Fukushima adalah prefektur yang terletak di wilayah Tohoku, Pulau Honshu, Jepang. Ibu kotanya adalah kota Fukushima. Kota ini dipenuhi pegunungan, sawah-sawah, serta lautan yang membentang di sepanjang sisi jalan yang dibatasi oleh tembok pemecah ombak serta pohon-pohon pinus. Tidak ada bangunan-bangunan pencakar langit di kota ini, kota yang masih hijau. Tempat ini terpilih untuk didirikan sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir yaitu Fukushima I atau lebih dikenal dengan Fukushima Dai-ichi.

Pada hari Jumat, 11 Maret 2011, 14:46 WSJ, gempa berkekuatan 9,0 skala richter terjadi di lepas pantai Prefektur Miyagi. Setelah gempa bumi dan tsunami menerjang prefektur tersebut, dua dari enam reaktor terluar di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi di Ōkuma meledak diikuti oleh kehancuran sebagian dan kebakaran di tiga unit lainnya.

Setelah ledakan terjadi, pemerintah mengumumkan bahwa telah terjadi kebocoran nuklir sehingga warga diminta untuk meninggalkan rumah atau sesuatu apapun yang sedang dilakukan saat itu juga. Masyarakat dievakuasi ke daerah lain. Para pekerja yang ditugaskan oleh pemerintah mulai menjalankan proses pembersihan radiasi nuklir dengan cara mengelap atap-atap rumah serta dinding rumah warga, merontokkan dedaunan dan mengelap batang pohon dengan alkohol, serta mengerok tanah sedalam tiga sentimeter (cm).

Efek radiasi nuklir tersebut memang tidak datang secara langsung, efek tersebut akan muncul saat memasuki umur ke-40 berupa kanker darah putih. Begitu pula yang terjadi saat ledakan reaktor nuklir. Kebanyakan korban ialah yang terkena efek dari radiasi tinggi dari ledakan tersebut beberapa hari setelah reaktor nuklir meledak.

Kondisi kota yang ditinggalkan ini saat ini benar-benar sangat memprihatinkan karena telah ditinggalkan penduduknya.

Meskipun kota ini benar-benar terlarang, namun tidak sedikit beberapa fotografer yang memaksa masuk. Pemerintah Jepang sebetulnya memberikan izin khusus yang bisa didapatkan secara tertulis. Namun tidak semua permohonan bisa dikabulkan demi alasan keamanan dan keselamatan.

Bekas restoran yang piring dan gelasnya masih terletak di atas meja, bangku dan meja tak beraturan lagi di dalamnya, toko baju yang pakaiannya masih tergantung di rak walaupun sudah sedikit miring akibat goncangan gempa, serta bangunan-bangunan lain yang dibiarkan begitu saja, menjadi pemandangan di kiri-kanan jalan saat melintasi daerah di Fukushima yang tingkat radiasi nuklirnya masih tinggi.

 

 

2 Replies to “Kota Fukushima? Kota Mati yang Ditinggal Penduduknya!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *